KEGIATAN SEMESTER GENAP 2014/2015 FASE AKADEMIK
| Kuliah | |
| 1 | Kelas reguler (A) dan kelas Bahasa Inggris (B) disajikan paralel |
| 2 | Materi Anatomi, Histologi, Biokimia, Fisiologi diluar biomedik disajikan tidak disertai praktikum dan maksimal 2 jam untuk setiap Departemen |
| 3 | Review kuliah adalah resume dari beberapa kuliah yang diresumekan |
| 4 | Materi kuliah tidak dinyatakan review jika merupakan penggantian karena dosen tidak masuk |
| CSL | |
| 1 | CSL disajikan sehari dalam seminggu untuk semua angkatan (Kelas reguler (A) dan kelas Bahasa Inggris (B) disajikan pada hari yang sama) |
| 2 | Penjelasan CSL diberikan pada template waktu pelaksanaan CSL |
| 3 | Total jumlah kelompok maksium 18 (modul bisa disajikan secara paralel) |
| 4 | Pada saat suatu blok CSL melaksanakan ujian OSCE, kegiatan blok CSL lain ditiadakan |
| PBL | |
| 1 | PBL Kelas reguler (A) dan kelas Bahasa Inggris (B) disajikan pada hari yang sama |
| 2 | Total jumlah kelompok maksimum 22 |
| 3 | Panel diskusi maksimal 4 x 50 menit |
| TBL | |
| 1 | TBL disajikan di ruang kuliah dan disajikan pada hari template kegiatan PBL |
| 2 | Yang menjadi host pada setiap TBL ditunjuk menurut tema TBL |
| 3 | Kegiatan TBL maksimal 2×50 menit |
| Praktikum | |
| 1 | Praktikum pada blok diluar biomedik hanya untuk materi Parastitologi, Mikrobiologi, Patologi Klinik, Patologi anatomi, Gizi klinik, Farmakologi Klinik |
| 2 | Responsi /quiz sebelum praktikum merupakan rangkaian dari kegiatan |
| 3 | Responsi /quiz angkatan 2013 dan 2012 dapat dilaksanakan pada jam 13.00-13.50 hari senin dan rabu |
| 4 | Kegiatan Praktikum siang hari untuk angkatan 2013 dan 2014 dijadwalkan selesai jam 16.50 (4 jam) |
| 5 | Kegiatan praktikum dapat menggunakan seluruh ruang laboratorium yang disediakan |
| 6 | Pelaksanaan praktikum diparalel oleh 2 laboratorium dengan kelas A dan B berlangsung bersamaan |
| Penggantian kuliah/Praktikum/PBL/TBL akibat kejadian khusus | |
| 1 | Jika oleh karena suatu sebab yang tidak direncanakan (mati lampu yang bersifat general,demonstrasi, dll) kegiatan akademik tidak bisa dilaksanakan, maka kegiatan akademik harus dipindahkan ketempat lain/waktu yang lain |
| 2 | Penggantian ini dapat menggunakan alokasi waktu yang tidak terisi oleh materi lain |
| 3 | Jika oleh suatu sebab penggantian tidak dapat dilaksanakan (tidak ada waktu kosong), dosen wajib memberikan materi perkuliahan pada ketua kelas atau memasukkan ke SIM |
| 4 | Ketidak hadiran dosen/mahasiswa akibat kejadian khusus tidak berdampak pada kehadiran dosen/mahasiswa sepanjang materi tetap diberikan pada mahasiswa |
| 5 | Materi yang tidak dikuliahkan tetap masuk sebagai bahan ujian |
| Dosen pengganti | |
| 1 | Mata kuliah yang berbasis Departemen dan dosennya yang tidak dapat masuk karena sakit/suatu tugas penting atau kejadian lainnya harus melapor pada Kepala Departemen dan Kepala Departemen bertanggung jawab untuk menunjuk dosen pengganti |
| 2 | Mata kuliah yang berbasis peminatan (contoh Imunologi) dan dosennya yang tidak dapat masuk karena sakit/suatu tugas penting atau kejadian mendadak lainnya harus melapor pada kordinator Blok dan kordinator Blok bertanggung jawab untuk menunjuk dosen pengganti |
| 3 | Materi yang kosong karena tidak masuknya dosen/dosen pengganti harus diganti pada jam yang tidak terisi mata kuliah |
| 4 | Dosen dapat berkomunikasi dengan dosen pengajar lainnya untuk bertukar tempat sepanjang kuliah tidak bersifat sekuens |
| 5 | Ketidak hadiran dosen akibat tidak masuknya dosen berdampak pada rekapitulasi kehadiran dosen |
| 6 | Ketidak hadiran mahasiswa pada kuliah yang dijadwalkan oleh dosen untuk penggantian berdampak pada rekapitulasi kehadiran mahasiswa |
| 7 | Mahasiswa yang tidak hadir pada kegiatan penggantian karena kuliah yang tabrakan harus menitip pada salah seorang temannya untuk menuliskan dilembaran absensi penyebab ketidak-hadirannya pada kuliah penggantian adalah karena tabrakan dengan mata kuliah lain |
| Kehadiran/absensi | |
| 1 | Mahasiswa wajib menandatangani absensi jika jam kuliah sudah masuk |
| 2 | Kehadiran ditandatangani 1 x setiap 50 menit |
| 3 | Dosen/instruktur/tutor/pembimbing wajib menandatangani buku absensi dosen dan absensi mahasiswa dengan nama yang jelas |
| SKS | |
| 1 | SKS mata kuliah harus dibagi pada kuliah/praktikum/TBL/PBL |
| 2 | 1 jam tatap muka kuliah adalah 1/16 SKS=0.0625 SKS |
| 3 | 1 jam tatap muka PBL/TBL/Panel diskusi=1/32 SKS= 0.03125 SKS |
| 4 | 1 jam tatap muka praktikum=1/48 SKS=0.02083 SKS |
| Persyaratan hasil ujian dinilai | |
| 1 | Mahasiswa mungkin mengikuti ujian namun belum tentu nilainya dihitung |
| 2 | Hasil ujian dinilai jika: |
| 1. Kehadiran kuliah >=80% | |
| 2. Kehadiran PBL/TBL >=80% | |
| 3. Nilai praktikum >56 setelah remedial | |
| Ujian | |
| 1 | Ujian teori diselenggarakan mengikuti jadwal Program studi |
| 2 | Ujian Praktikum jika dilaksanakan di minggu ujian harus menyesuaikan dengan jadwal yang dikeluarkan Program studi |
| 3 | Mahasiswa yang terlambat > 15 menit tidak diperkenankan mengikuti ujian |
| 4 | Mahasiswa mengikuti ujian remedial jika nilainya <81 |
| 5 | Ujian remedial masih bisa mendapatkan nilai A jika nilainya diatas 80 |
| 6 | Bebas ujian akhir semester (UAS jika nilainya >80 |
| 7 | Ujian UAS hanya bisa mendapatkan nilai maksimal B plus (71-75) |
| 8 | Mahasiswa yang kedapatan curang pada saat ujian dinyatakan tidak lulus |
| 9 | Nilai akhir yang dicantumkan dalam SIM adalah nilai tertinggi yang didapatkan mahasiswa |
| Persentasi nilai | |
| 1 | Nilai blok terdiri dari persentasi nilai ujian teori + nilai PBL/nilai TBL + nilai Praktikum |
| 2 | Persentasi penilaian harus mengacu pada persentasi SKS suatu kegiatan Contoh Mata kuliah Imunologi 5 SKS PBL 2 modul x 8 jam = 16 jam/32=0.5 SKS=10% dari 5 SKS (diambil dari hasil penilaian tutor-hanya dihitung jika rata rata nilainya >56) TBL 8 modul x 2 jam = 16 jam/32=0.5 SKS=10% dari 5 SKS (diambil dari rata rata hasil kuiz sebelum TBL- hanya dihitung jika nilainya>56) Praktikum 4 lab x 3 jam = 12 jam/48=0.25=5% dari 5 SKS (diambil dari hasil ujian praktikum -dihitung jika nilainya>56) kuliah 60 jam = 60/16=3.75 SKS–> 3.75/5= 75% dari 5 SKS (diambil dari hasil ujian teori–dihitung jika nilainya>56)) |
| 3 | Jika nilai PBL/TBL/Praktikum salah satunya <56, maka mahasiswa mendapat nilai T dan harus menyelesaikan nilainya maksimal 30 hari setelah ujian blok |
| Sakit dan izin | |
| 1 | Mahasiswa yang sakit /izin sehingga tidak mengikuti kegiatan >50% harus dinyatakan tidak mengikuti kegiatan |
| 2 | Mahasiswa yang sakit dinyatakan dengan surat keterangan dokter yang disampaikan sehari setelah dinyatakan sakit (no telfon dokter yang memeriksa harus dcantumkan) |
| 3 | Mahsiswa yang sakit pada ujian blok boleh mengikuti remedial dan atau UAS |
| 4 | Dispensasi tidak mengikuti kegiatan (izin) hanya diberikan untuk mahasiswa yang ketidak-hadirannya dikarenakan oleh kegiatan kemahasiswaan yang mewakili Fakultas/Universitas |
| 5 | Mahasiswa yang absensinya kurang karena penggantian mata kuliah ketidak-kehadirannya pada minggu pertama tidak diikutkan pada rekapitulasi kehadiran (harus ada laporan ke Prodi yang disertai dengan KRS penggantian) |